Latest Post

KEKAYAAN BERSIH KIM KARDASHIAN NAIK $700 JUTA SETELAH MENDANAI MEREK PAKAIAN DALAM SKIMS “BUSUK DI TEMPAT TIDUR” BENAR-BENAR EFEKTIF?APAKAH PERAWATAN DIRI POPULER DENGAN GENERASI Z,

Asian Payments Union (Acu). Yang Terdiri Dari Sembilan Bank Sentral Termasuk India. Pakistan Dan Iran. Akan Meluncurkan Sistem Perpesanan Keuangan Baru Dalam Beberapa Minggu Mendatang Untuk Menggantikan Jaringan Pembayaran Internasional Utama Yang Sudah Ada. Society For International Interbank Telecommunications (Swift). ‘m Berencana Untuk Meluncurkannya.

Acu

Menurut Sumber Di Iran. Yang Saat Ini Menjabat Sebagai Ketua Acu.

Pada Pertemuan Yang Diadakan Di Ibu Kota Teheran Pada Tanggal 24 Bulan Lalu. Tercapai Kesepakatan Untuk Meluncurkan Sistem Baru Tersebut Dalam Waktu Satu Bulan. Mohsen Karimi. Deputi Gubernur

Bank Sentral Iran. Mengatakan Kepada Kantor Berita Fars Yang Dikelola Negara. “Mengingat Swift Tidak Tersedia Di Semua Negara Dan Memiliki Biayanya Sendiri. Negara-negara (Acu) Harus Menyesuaikan Sistem Tersebut Dengan Negara Anggota Mereka. Saya Memutuskan Untuk Mengambilnya.” Jelasnya. Ini Adalah Pernyataan Yang Menunjukkan Bahwa Bank-bank Iran Dikeluarkan Dari Jaringan Swift Karena Sanksi Internasional. Rusia Dan Belarusia Juga Dilarang Menggunakan Swift Karena Sanksi. Jaringan Semacam Itu Merupakan Elemen Penting Untuk Kelancaran Perdagangan Internasional. Karena Memungkinkan Pertukaran Instruksi Yang Akurat Dan Aman Seperti Pengiriman Uang Dari Bank Ke Bank.

Ikatan Dengan Rusia

Upaya Acu Ini Mencerminkan Apa Yang Sudah Dilakukan Iran Secara Bilateral Dengan Negara Lain. Secara Khusus. Iran Dan Rusia Telah Memperkuat Hubungan Diplomatik. Militer. Dan Ekonomi Mereka Sejak Invasi Rusia Ke Ukraina Pada Februari 2018 Membuat Rusia Sebagian Besar Terisolasi Di Panggung Internasional. Kedua Negara Telah Mencari Cara Untuk Menghindari Sanksi. Termasuk Membangun Sistem Pesan Keuangan Baru Dan Mengurangi Penggunaan Dolar As Dalam Perdagangan Bilateral.

Itu Berhasil. Seperti Yang Dikatakan Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksandr Novak Pada Konferensi Pers Baru-baru Ini Di Teheran Bahwa 80% Perdagangan Bilateral Rusia-iran Menggunakan Mata Uang Mereka Sendiri. Rial Dan Rubel. Bank Di Kedua Negara Juga Berkembang. Vtb Bank. Bank Terbesar Kedua Rusia. Membuka Kantor Di Teheran Pada Pertengahan Bulan Lalu. Menjadi Bank Rusia Pertama Yang Melakukannya. Sebagai Imbalannya. Bank Sentral Iran Telah Mengumumkan Bahwa Dua Banknya Sendiri Akan Membuka Cabang Dan Kantor Di Rusia.

Iran Sekarang Mencari Kesepakatan Keuangan Baru Yang Serupa Dengan Mitra Dagang Lainnya Di Asia.

Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin Berpendapat Pada Pertemuan Acu Di Teheran Bahwa Dolar Yang Lebih Lemah Akan Membantu Melindungi Cadangan Devisa Negara-negara Anggota Sambil Membuat Penyelesaian Perdagangan Bilateral Lebih Efisien. . Untuk Mengurangi Dolar. Acu Juga Berencana Menambah Anggota Baru Dan Mendiversifikasi Jenis Mata Uang Yang Digunakan Untuk Penyelesaian. Katanya. Organisasi Saat Ini Berfokus Pada Perdagangan Menggunakan Dolar. Euro. Dan Yen.

Belarusia Dan Mauritius Telah Mendaftar Untuk Bergabung Dengan Acu. Juga Dicatat Bulan Lalu Bahwa Farzin Mengundang Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina Ke Ktt Acu .

Terlepas Dari Sanksi Internasional. Iran Terus Berdagang Dengan Sekitar 150 Negara Di Seluruh Dunia. Mitra Dagang Terpenting Adalah Cina. Irak. Turki. Dan Uni Emirat Arab (Uea).

Menteri Ekonomi Iran Ehsan Khandozy Baru-baru Ini Mengatakan Bahwa Kurang Dari 10% Perdagangan Internasional Iran Dalam Dolar. Turun Dari Hampir 30% Dua Tahun Lalu.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammed Mohbel Bertemu Dengan Menteri Keamanan Publik Vietnam Tho Lam Di Teheran Bulan Lalu Dan Mengatakan Dia Berharap Untuk Menggunakan Mata Uang Kedua Negara Dalam Perdagangan Bilateral. Sebuah Langkah Yang Akan Mengarahkan Kedua Negara Untuk Menggunakan Mata Uang Mereka Sendiri. Mendorong Kegiatan Ekonomi Antar Negara.

Inisiatif Acu Terbaru Mencerminkan Apa Yang Telah Dilakukan Iran Secara Bilateral Dengan Negara Lain.

Secara Khusus. Hubungan Diplomatik. Militer. Dan Ekonomi Antara Iran Dan Rusia Semakin Dekat Sejak Invasi Presiden Vladimir Putin Ke Ukraina Pada Februari 2022. Yang Membuat Moskow Jauh Lebih Terisolasi Di Panggung Internasional. Kedua Negara Telah Mencari Cara Untuk Melewati Sanksi. Antara Lain Dengan Membuat Sistem Pesan Bank Baru Dan Mengurangi Penggunaan Dolar As Dalam Perdagangan Bilateral Mereka.

Itu Tampaknya Berhasil. Dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak Mengatakan Pada Konferensi Pers Baru-baru Ini Di Teheran Bahwa 80% Perdagangan Rusia-iran Sekarang Dilakukan Dalam Mata Uang Nasional Mereka. Rial Dan Rubel.

Bank Mereka Juga Telah Berkembang. Pada Pertengahan Mei. Terungkap Bahwa Vtb Bank Terbesar Kedua Rusia Telah Membuka Kantor Di Teheran. Menjadi Bank Rusia Pertama Yang Melakukannya. Sebagai Imbalannya. Para Pejabat Iran Mengatakan Dua Bank Negara Mereka Berencana Untuk Membuka Cabang Atau Kantor Di Rusia.

Iran Sekarang Ingin Mencoba Dan Mengembangkan Pengaturan Keuangan Baru Yang Serupa Dengan Mitra Dagang Lainnya Di Seluruh Asia.

Berbicara Pada Pertemuan Acu Di Teheran. Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin Mengklaim Bahwa Menjatuhkan Dolar Akan Membantu Melindungi Cadangan Devisa Negara-negara Anggota Sambil Tetap Memungkinkan Penyelesaian Kesepakatan Perdagangan Bilateral Yang Efektif.

Farzin Mengatakan Organisasi Itu Juga Berencana Untuk Menerima Anggota Baru Dan Mendiversifikasi Berbagai Mata Uang Yang Didukungnya Untuk Penyelesaian Pembayaran Guna Membantu Kampanye De-dolarisasi. Organisasi Saat Ini Berfokus Pada Perdagangan Menggunakan Dolar. Euro. Dan Yen.

Belarusia Dan Mauritius Sama-sama Mengajukan Keanggotaan Acu. Perlu Dicatat Juga Bahwa Di Awal Bulan Farzin Mengundang Mitranya Dari Rusia Elvira Nabiullina Untuk Menghadiri Ktt Acu.

Terlepas Dari Kesulitan Yang Disebabkan Oleh Sanksi Internasional. Iran Terus Berdagang Dengan Sekitar 150 Negara Di Seluruh Dunia. Dengan Mitra Dagang Terpentingnya Termasuk China. Irak. Turki. Dan Uni Emirat Arab.

Menteri Ekonomi Iran Ehsan Khandouzi Baru-baru Ini Mengatakan Bahwa Kurang Dari 10% Perdagangan Internasional Iran Sekarang Dilakukan Dengan Menggunakan Dolar. Turun Dari Mendekati 30% Dua Tahun Lalu.

Awal Bulan Ini. Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber Mengadakan Pertemuan Di Teheran Dengan Menteri Keamanan Publik Vietnam Jenderal To Lam Di Mana Dia Mengatakan Kepada Pengunjungnya Bahwa Iran Juga Ingin Menggunakan Mata Uang Nasional Dalam Perdagangannya Dengan Hanoi. Dengan Mengatakan Langkah Seperti Itu Akan Mendorong Bisnis Yang Lebih Bilateral.