Latest Post

KEKAYAAN BERSIH KIM KARDASHIAN NAIK $700 JUTA SETELAH MENDANAI MEREK PAKAIAN DALAM SKIMS “BUSUK DI TEMPAT TIDUR” BENAR-BENAR EFEKTIF?APAKAH PERAWATAN DIRI POPULER DENGAN GENERASI Z,

Tingkat Kesuburan Remaja As Mencapai Rekor Terendah Tahun Lalu. Dan Tingkat Kesuburan Keseluruhan Pulih Sebentar Pada Tahun 2021 Sebelum Menurun Lagi. Menurut Laporan Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit (Cdc) As Pada 1 Juni.

Kesuburan

Diperkirakan 3.661.220 Bayi Akan Lahir Di Amerika Serikat Pada Tahun 2022.

Menurut Data Awal Yang Dirilis Oleh Cdc. Angka Tersebut Merupakan Penurunan Kecil Sekitar 3.000 Dari Kelahiran Yang Dilaporkan Pada Tahun 2021. Kata Laporan Itu.

Mengingat Perubahan Ini. Dan Fakta Bahwa Data Tahun 2022 Adalah Data Awal. Penulis Laporan Mengatakan Tingkat Kesuburan As “Diperkirakan Pada Dasarnya Datar Dari Tahun Sebelumnya.”

Tingkat Kesuburan Yang Datar Menunjukkan Bahwa Peningkatan Kesuburan Pada Tahun 2021. Tahun Pertama Pandemi. Bersifat Sementara. Jumlah Kelahiran Pada 2021 Disebut Meningkat Untuk Pertama Kalinya Dalam Waktu Sekitar Tujuh Tahun.

Menurut Cdc. Tingkat Kesuburan Wanita Berusia 15 Hingga 19 Tahun Pada 2022 Akan Turun 3% Dari Tahun Sebelumnya Menjadi 13.5 Per 1.000. Rekor Terendah. Sebaliknya. Tingkat Kesuburan Wanita Di Usia Akhir 30-an Dan Awal 40-an Meningkat Pada Tahun 2022. Menunjukkan Berlanjutnya Tren Peningkatan Usia Subur Pra-pandemi.

Tingkat Kesuburan Di Amerika Serikat Pada Tahun 2022 Jauh Di Bawah Tingkat Yang Dibutuhkan Untuk Mempertahankan Populasi Saat Ini. Tingkat Kelahiran Secara Konsisten Berada Di Bawah Ambang Itu Sejak 2007. Dan Sebagian Besar Berada Di Bawah Ambang Itu Sejak 1971. Menurut Cdc.

Tingkat Kesuburan Yang Diperlukan Untuk Mempertahankan Ukuran Populasi Saat Ini Disebut “Tingkat Penggantian”. Yaitu 2.1 Di Amerika Serikat. Namun Pada Tahun 2022. Tingkat Kesuburan As Adalah 1.7 Per Wanita.

”pandemi Covid-19 Dalam Tren Menurun Selama Lebih Dari Setahun. Dengan Kekebalan Populasi Meningkat Dari Vaksinasi Dan Infeksi.” Kata Tedros. Dengan Situasi Ini. Menurut Penilaian Who. Sebagian Besar Negara Bisa Hidup Kembali Seperti Yang Kita Kenal Sebelum Covid-19.

Bagi Kebanyakan Orang. Perubahan Status Ini Mungkin Tidak Akan Berdampak Apa-apa. Klasifikasi Ancaman Kesehatan Sebagai Keadaan Darurat Global Dimaksudkan Untuk Memperingatkan Otoritas Politik Bahwa Ada Peristiwa ”luar Biasa” Yang Dapat Menjadi Ancaman Kesehatan Bagi Negara Lain Dan Memerlukan Tanggapan Terkoordinasi Untuk Mengatasinya.

Deklarasi Darurat Who Biasanya Digunakan Sebagai ”sos” Internasional Untuk Negara-negara Yang Membutuhkan Bantuan. Mereka Juga Dapat Mendorong Negara Untuk Memperkenalkan Tindakan Khusus Untuk Memerangi Penyakit Atau Mengeluarkan Dana Tambahan.

Banyak Negara. Termasuk Inggris. Perancis. Jerman. Dan Amerika Serikat. Telah Lama Melonggarkan Pembatasan Yang Diterapkan Saat Pandemi. As Juga Menyatakan Akan Mengakhiri Darurat Kesehatan Nasionalnya Pekan Depan.

Transisi Penanggulangan

Meskipun Keadaan Darurat Virus Korona Dinyatakan Berakhir. Tedros Juga Memperingatkan Bahwa Virus Itu Akan Tetap Ada Dan Ribuan Orang Terus Meninggal Setiap Minggu. ”covid-19 Membunuh Satu Orang Setiap Tiga Menit Minggu Lalu. Dan Itu Hanya Kematian Yang Kami Ketahui.” Katanya.

Apalagi. Risiko Juga Masih Ada Dengan Munculnya Varian Baru Yang Menyebabkan Lonjakan Baru Dalam Kasus Dan Kematian Belakangan Ini. ”virus Ini Akan Tetap Ada. Masih Membunuh Dan Masih Berubah.” Katanya.

Dengan Kondisi Ini. Tedros Mengingatkan Agar Pengakhiran Situasi Darurat Kesehatan Global Ini Tidak Disalahfahami. ”maksud Pengumuman Ini Adalah Saatnya Bagi Negara-negara Untuk Beralih Dari Mode Darurat Ke Penanganan Covid-19 Bersama Penyakit Menular Lainnya.” Katanya.

Tedros Memperingatkan Bahwa Negara Tidak Boleh Mengabaikan Covid-19. ”hal Terburuk Yang Dapat Dilakukan Negara Mana Pun Sekarang Adalah Menggunakan Berita Ini Sebagai Alasan Untuk Lengah. Untuk Membongkar Sistem Yang Telah Dibangunnya. Atau Untuk Mengirim Pesan Kepada Rakyatnya Bahwa Covid-19 Tidak Perlu Dikhawatirkan.