Latest Post

Top 7 Best BDSM online dating sites in 2022 Discover the benefits of nearby chat rooms making new friends

Saham Tesla Mencapai Level Tertinggi Dalam Beberapa Bulan Pada 2 Juni. Meningkatkan Kekayaan Pendiri Dan Ceo Elon Musk. Saham Tesla Naik 3% Pada Hari Kamis Dan 16% Selama Seminggu Terakhir. Investor Menyambut Baik Kunjungan Musk Ke Chinajaringan Pengisian Daya Tesla Ke Fordpembukaan Dan Ives Dari Wedbush Securities Menulis Dalam Sebuah Catatan Kepada Klien Hari Senin Bahwa Kunjungan Musk Ke China Sangat Penting Untuk Tesla. Karena China Menyumbang Sekitar Seperlima Dari Penjualan Tesla. Mark Delaney Dari Goldman Sachs Juga Mengatakan Kesepakatan Ford Akan Bagus Untuk Tesla.

Saham Tesla

Menghasilkan Pendapatan Baru Hingga $3 Miliar. Saham Tesla Mencapai Harga $214 Pada Hari Senin.

Tertinggi Sejak Pertengahan Februari. Dan Kepemilikan Musk Naik. Forbes Memperkirakan Kekayaan Musk Naik 19% Dari Sekitar Sebulan Lalu Menjadi $207 Miliar. Dia Kehilangan Posisinya Sebagai Orang Terkaya Di Dunia Oleh Ketua Lvmh Bernard Arnault Pada Akhir Tahun Lalu. Tetapi Perbedaan Antara Kekayaan Musk Dan Arnault Adalah $13 Miliar. Lebih Dari $30 Miliar .

Kepemilikan Musk Sekarang Berada Di Level Tertinggi 2023. Naik Sekitar 50% Dari Level Terendah Januari Di Bawah $140 Miliar. Namun. Itu Masih Jauh Di Bawah Puncaknya Di Akhir Tahun 2021 Sebesar $320 Miliar.

Saham Tesla Mencapai Level Tertinggi Sepanjang Masa Sebesar $414 Pada November 2021. Tetapi Turun Menjadi $102 Pada Bulan Januari Tahun Ini. Namun. Itu Naik Secara Dramatis Menyusul Dua Laporan Pendapatan Kuartalan Yang Kuat. Musk Memiliki Sekitar 13% Tesla Pada Maret. Dengan Saham Tesla Mewakili 58% Dari Kekayaannya.

Musk Menjadi Orang Terkaya Di Dunia Untuk Pertama Kalinya Pada September 2021. Melampaui Jeff Bezos Dari Amazon.

Posisi Yang Dipegangnya Selama 14 Bulan Hingga 2022. Ketika Kehancuran Saham Tesla Menyerahkan Tempatnya Ke Arnault. Dia Menjual Lebih Dari $40 Miliar Saham Tesla Antara November 2021 Dan Desember 2022. Memasukkan Sebagian Besar Hasilnya Ke Dalam Akuisisi Twitter Senilai $44 Miliar.

Tesla Tengah Berjuang Untuk Bisa Menutupi Kerugian Yang Terjadi Beberapa Tahun Lalu. Seperti Diberitakan Dari Bbc. Rabu. 23 Oktober 2019. Perusahaan Belum Menghasilkan Laba Tahunan Meskipun Mereka Terus Mencatat Hasil Yang Cukup Bagus Dalam Dua Triwulan Terakhir Tahun 2018 Lalu. Ini Yang Membuat Para Investor Ragu Untuk Menanamkan Dananya Di Tesla.

Tahun Lalu. Perusahaan Mengambil Langkah Berani Dengan Memangkas Biaya. Memutus Kontrak Ribuan Karyawann Serta Mengekang Pengeluaran-pengeluaran Lain Yang Tidak Perlu. Pada Triwulan Keempat 2018. Biaya Operasional Turun Sekitar 15 Persen Dibandingkan Tahun Lalu (Year On Year) Menjadi 930 Juta Dolar As. Hal Ini Dapat Mendongkrak Laba Kendati Pendapatan Mengalami Penurunan Sedikit.

Tesla Menaruh Harapan Pembangunan Pabrik Baru Di China Bisa Meningkatkan Kepercayaan Investor.

Sebab. Negeri Tirai Bambu Itu Merupakan Pasar Mobil Terbesar Di Dunia. Otoritas China Sudah Memberikan Lampu Hijau Untuk Pembangunan Pabrik Tesla Di Shanghai. Perusahaan Yang Dibangun Miliader Ellon Musk Itu Telah Menyiapkan Investasi Dua Miliar Dolar As Untuk Pabrik Barunya Di Shanghai Timur.

Pabrik Ini Akan Mulai Beroperasi Dalam Beberap Minggu Ke Depan. Di Pabrik Ini Tesla Akan Memproduksi Sebanyak 1.000 Mobil Listrik Model 3 Setiap Minggunya. Tahun Ini Tesla Menargetkan Peningkatan Pengiriman Dari 360 Ribu Unit Menjadi 400 Ribu Unit. Pengoperasian Pabrik Di Shanghai Timur Diharapkan Bisa Memenuhi Pencapaian Target Perusahaan.

Jadwal Produksi Massal Di Pabrik Shanghai Ini Sangat Penting Bagi Tesla Untuk Bisa Memenuhi Pencapaian Target Di Tahun 2019. Namun Menurut Laporan Reuters. Tidak Jelas Kapan Tesla Bisa Memenuhi Target Akhir Tahun Mengingat Masih Belum Jelasnya Pemasanan. Persoalan Tenaga Kerja Dan Siapa Yang Akan Ditunjuk Menjadi Pemasok Atau Agen Tunggal Pemegang Merek (Atpm).