Latest Post

Top 7 Best BDSM online dating sites in 2022 Discover the benefits of nearby chat rooms making new friends

Yang Dijuluki “Proyek Tenaga Surya Terbesar Di Dunia”. Perusahaan Investasi Mike Cannon Brooks. Salah Satu Pendiri Dan Salah Satu Ceo Perusahaan Perangkat Lunak Perusahaan Australia Atlassian. Telah Setuju Untuk Membeli Aset Suncable. Proyek Ini Jatuh Pada Bulan Januari Setelah Pemegang Saham Tidak Setuju Tentang Arah Masa Depan Dan Pendanaan .

Tenaga Surya

Fti Consulting. Yang Mengelola Suncable. Mengatakan Dalam Sebuah Pernyataan Pada 26 Mei Bahwa Transaksi Tersebut Akan Selesai Pada Akhir Juli. Namun Tidak Memberikan Rincian Keuangan. Fti Mengatakan Telah Melakukan Pembicaraan Dengan Helietta Holdings. Sebuah Perusahaan Investasi Cannon Brooks. Selama Beberapa Bulan.

Proyek Senilai A$30 Miliar (Sekitar ¥2.7 Triliun) Untuk Mengekspor Tenaga Surya Dari Australia Ke Singapura.

Melalui Kabel Bawah Laut Sepanjang 4.200 Kilometer Telah Dihentikan Karena Pengaturan Sukarela. Perusahaan Ini Didanai Oleh Canon Brooks Dan Taipan Pertambangan Andrew Forrest. Tetapi Ada Ketidaksepakatan Di Antara Para Pemegang Saham Utama Atas Arah Masa Depannya.

Menurut Fti. Setelah Kesepakatan Selesai. Canon Brooks Akan Melanjutkan Rencana Untuk Memasok Listrik 900 Megawatt Ke Darwin Dan 1.8 Gigawatt Ke Singapura. Sun Cable Telah Mengumumkan Pada Oktober Tahun Lalu Bahwa Mereka Telah Menerima Komitmen Dari Pelanggan Potensial Di Singapura.

Canon Brooks. Kini Berusia 43 Tahun. Meningkatkan Investasi Dalam Energi Terbarukan Dan Berinvestasi Di Perusahaan Yang Memerangi Perubahan Iklim. Pada Mei 2022. Grok Ventures Miliknya Menjadi Pemegang Saham Terbesar Di Produsen Dan Pemasar Listrik Terbesar Di Australia. Agl Energy. Dengan Investasi Lebih Dari A$500 Juta.

Dengan Kekayaan Yang Diperkirakan Mencapai $10.9 Miliar Oleh Forbes.

Dia Berkata Bahwa Dia Berniat Untuk Mempercepat Perpindahan Agl Dari Bahan Bakar Fosil Ke Energi Bersih. “inilah Saatnya Untuk Memperluas Ambisi Negara Kita. Kita Perlu Melakukan Perubahan Besar Jika Ingin Menjadi Negara Adidaya Energi Terbarukan. Jadi Kita Akan Melakukannya.”

Proyek Besar Sun Cable Mencakup Usulan Australia-asia Powerlink. Yang Akan Mengirimkan Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berkapasitas 20 Gigawatt (Gw) Dengan Baterai Terbesar Di Dunia Di Australia Bagian Utara Melalui Kabel Bawah Laut Sepanjang 4.200 Km Ke Singapura.

Grok Bermaksud Untuk Terus Melanjutkan Pengembangan Powerlink Menuju Keputusan Investasi Final. Dengan Tahap 1 Proyek Yang Akan Menghasilkan 0.9 Gw Listrik Ke Darwin Dan 1.8 Gw Ke Singapura. Demikian Menurut Pernyataan Dari Pihak Pengelola.

Sun Cable Ditempatkan Dalam Administrasi Pada Bulan Januari Setelah Para Pemiliknya Gagal Menyepakati Rencana Pendanaan Di Masa Depan.

Perusahaan Yang Berbasis Di Singapura Ini Dimiliki Oleh Perusahaan-perusahaan Swasta Dari Dua Orang Terkaya Di Australia. Squadron Energy Milik Andrew Forrest Dan Grok Ventures Milik Cannon-brookes.

Dalam Sebuah Pernyataan Terpisah. Forrest Mengatakan Bahwa Squadron Tidak Mengajukan Penawaran Yang Mengikat Untuk Membeli Sun Cable Dan Akan Fokus Pada Target Energi Terbarukan Yang Sudah Ada.

“kami Tetap Tidak Yakin Akan Kelayakan Komersial Dari Australia-asia Powerlink. Namun Jika Pihak Lain Percaya Bahwa Hal Tersebut Dapat Dicapai. Kami Berharap Yang Terbaik Untuk Mereka.” Katanya.

Forrest Sebelumnya Mengatakan Bahwa Sun Cable Seharusnya Tidak Melanjutkan Powerlink.

Investor Infrastruktur Quinbrook Bergabung Dengan Konsorsium Yang Dipimpin Oleh Grok Untuk Membeli Sun Cable. Kata Grok Dalam Sebuah Pernyataan.